Info Berita Terkini

Slide

Landscape

Dalang Pembunuhan Kuna Diboyong Polda Jambi Pagi Tadi ke Medan dalam Kondisi Diborgol


Situs Judi Online Terpercaya : Siwaji Raja, Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron kasus pembunuhan korban Indra Gunawan alias Kuna, Senin (23/1/2017) pagi sekira pukul 08.00 bertolak dari Bandara Sultan Thaha ke Medan untuk menjalani proses hukum di Medan, Sumatera Utara.

Kasubdit III Jatanras Polda Jambi, AKBP Yoga Yulian mengatakan, Siwaji Raja berangkat ke Medan dikawal oleh anggota Polda Jambi.

"Anggota Polda Jambi saja yang mengawal dia (Raja, red) ke Medan. Karena dia adalah DPO dan berdasarkan surat perintah, Polda Jambi diminta untuk menangkap dia," ujarnya.

Berdasar informasi yang dihimpun Tribun Jambi ada 3 hingga 4 petugas yang membawanya.
Pengguna jasa bandara pun banyak yang menyaksikan pelaku dibawa masuk ke bandara.

"Karena pelaku tak diborgol ya jadinya banyak yang gak tau itu siapa," ujar seorang sumber Tribun Jambi.

Sejauh ini pelaku sudah diberangkatkan menuju Medan tanpa ada kendala yang cukup berarti.

Siwaji Raja, DPO kasus pembunuhan korban Indra Gunawan alias Kuna, Senin (23/1) pagi sekira pukul 08.00 bertolak dari Bandara Sultan Thaha ke Medan untuk menjalani proses hukum di sana.

Kasubdit III Jatanras Polda Jambi, AKBP Yoga Yulian mengatakan, Siwaji Raja berangkat ke Medan dikawal oleh anggota Polda Jambi.

"Anggota Polda Jambi saja yang mengawal dia (Raja, red) ke Medan. Karena dia adalah DPO dan berdasarkan surat perintah, Polda Jambi diminta untuk menangkap dia," ujarnya.

Siwaji Raja, DPO Polda Sumut yang mengotak pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna pedagang alat senjata di Medan 18 Januari lalu, Senin (22/1) pagi dibawa ke Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Sebelumnya, Raja salah satu pengusaha tambang di Jambi ini menyerahkan diri ke Polda Jambi, Minggu (22/1) siang.
"Dia berangkat naik pesawat jam 8 tadi," ujar Kasubdit III Jatanras Polda Jambi, AKBP Yoga Yulian saat dikonfirmasi.

Profil Siwaji Raja

- Warga Medan. Disebut polisi sebagai otak pembunuhan
- Pengusaha bidang pertambangan yang beroperasi di Jambi
- Dikenal sebagai tokoh masyarakat India Hindu di Medan.
- Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumut periode 2016-2019
- Pernah menjabat Ketua PHDI Kota Medan
- Siwaji Raja pernah melaporkan Kuna ke Polda Sumut dengan tuduhan pencemaran nama
- Penyidik Polda Sumut menangkap Siwaji Raja di Kota Jambi, 22 Januari 2017
- Dari pemeriksaan sementara polisi diketahui Siwaji Raja menjanjikan uang sebesar Rp 2,5 miliar        untuk pembunuhan Kuna, namun baru membayar Rp 50 juta.

  Berdasarkan informasi yang diperoleh Harian Tribun Medan/Tribun-Medan.com, Siwaji merupakan    ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumatera Utara masa bhakti 2016-2021.
- Siwaji dilantik Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya di Kuil Shri            Mariamman Jalan Pagaruyung, Kecamatan Medan Petisah, Rabu (23/11/2016) malam.

- Sebelumnya, ia ketua PHDI Kota Medan, yang saat ini dijabat Rawindra alias Rawi.

- Adapun Korban Indra Gunawan alias Kuna juga seorang pemuka agama Hindu. Ia menjadi pengurus Hindu Center Medan.

Tokoh Agama Sewa Pembunuh Bayaran
Personel gabungan Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan membekuk delapan orang sindikat pembunuh bayaran bertarif Rp 2,5 miliar.

Mereka diciuk di berbagai lokasi di Kota Medan dan Kota Jambi, Minggu (22/1). Kedelapan orang ini diduga terlibat membunuh dengan menggunakan senjata api laras pendek jenis revolver Indra Gunawan alias Kuna (45 tahun), Rabu lalu.

Kejahatan ini diduga diotaki seorang pengusaha tambang, Siwaji Raja (SJ). Dia diketahui sebagai tokoh agama dan pengurus organisasi keagamaan di Sumut.

SJ diduga membayar komplotan berjumlah tujuh pelaku untuk membunuh Kuna karena alasan dendam pribadi.



Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Dr Rycko Amelza Dahniel mengatakan, hasil pemeriksaan awal komplotan pembunuh bayaran tersebut sudah dua kali berencana menghabisi Indra Gunawan alias Kuna. Pembunuhan, pertama dilakukan pada 5 April 2014.

"Tapi pada pembunuhan tahap pertama mereka salah sasaran, sehingga memukul Wiria, anak buah Kuna. Di lokasi serupa, di depan Kuna Airsoft Gun, Jalan Ahmad Yani Medan dan kelompok serupa menembak Kuna atau penembakan tunggal di lokasi itu," ujar Kapolda Rycko saat gelar paparan di depan ruang jenazah RS Byangkara Medan, Minggu (22/1) siang.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum), Polda Sumut, Kombes Pol Nurfallah menyatakan, motif pembunuhan berencana terhadap Kuna karena dendam pribadi.

Jadi, SJ punya dendam kepada Kuna, sehingga membayar orang untuk membunuh.

"Tarifnya untuk sementara yang sudah dikirim uang dari SJ Rp 50 juta kepada Rawi. Isu yang kami terima, SJ menjanjikan uang Rp 2,5 miliar bila berhasil membunuh Indra Gunawan alias Kuna. SJ merupakan pengusaha tambang di Kota Jambi," katanya kepada awak media.

Tidak hanya itu, berdasarkan hasil keterangan para pembunuh kepada penyidik, SJ punya dendam pribadi.

Ada perkataan yang disampaikan Kuna membuat SJ sakit hati. Oleh sebab itu, menimbulkan amarahnya.

Dalam pembunuhan berencana ini, Rawi mendapat mandat sebagai perencanaan atau skenario pembunuhan. 

Ia juga memberikan tugas kepada Putra, sebagai eksekutor penembakan. Bahkan, sebelumnya Rawi juga sebagai skenario pemukulan Wiria, anak buah Kuna.

Dari tujuh terduga pelaku pembunuhan ditangkap, dua di antarnya meninggal dunia, ditembak polisi lantaran melawan saat penggerebekan.

Ketujuh tersangka pelaku pembunuhan bayaran itu adalah Rawindra alias Rawi (40 tahun) selaku perencana (skenario pembunuhan), Jo Hendal alias Zen (41) selaku joki eksekutor (pengendara sepeda motor), Putra selaku eksekutor pembunuh (penembak Kuna), dan Chandra alias Ayen (38) penyimpan senjata api.

Kemudian Jhon Marwan Lubis alias Ucok (62) penyimpan tiga senjata api; M Muslim, pemukulan kepala Wiria pada percobaan pembunuhan pertama pada 5 April 2014; Wahyudi alias Culun berperan membantu Muslim melarikan diri.

SJ, seroang pengusaha tambang yang beroprasi di Jambi sekaligus tokoh agama Hindu Sumatera Utara.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Harian Tribun Medan/Tribun-Medan.com, SJ merupakan ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumatera Utara masa bhakti 2016-2021.

Sebelumnya, ia ketua PHDI Kota Medan, yang saat ini dijabat Rawindra alias Rawi. Korban Indra Gunawan alias Kuna juga seorang pemuka agama Hindu.

Ia menjadi pengurus Hindu Center Medan.
SJ dilantik Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya di Kuil Shri Mariamman Jalan Pagaruyung, Kecamatan Medan Petisah, Rabu (23/11/2016) malam.

Rencana Penembakan Jarak Dekat

Menurut Kapolda, personel gabungan dari Polrestabes Kota Medan dan Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumut juga menangkap SJ sebagai otak pembunuhan, pada Minggu (22/1) sekitar pukul 13.00 WIB di Kota Jambi.

Komplotan pembunuh bayaran, merencanakan penembakan Kuna dari jarak dekat di depan Kuna Airsoft gun karena mendapat pesanan dari SJ.

www.777win.com



Berita ini dipersembahkan oleh : Situs Judi Online Terpercaya

http://www.777win.com/#/
http://www.777win.com/#/
Labels:

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget