Info Berita Terkini

Slide

Landscape

SBY Meminta Agus-Slyvi Waspadai Kecurangan



Bila ditanya siapakah yang paling dicurangi dan menjadi korban politisasi dalam Pilgub Jakarta, siapa yang muncul di benak anda?

Yang pasti bukan Agus-Slyvi. Hampir tidak ada black campaign yang menyerang Agus-Sylvi. Kasus Slyvi merupakan kasus asli tanpa paksaan massa. Bagaimana dengan Agus? Bila dibilang bahwa Agus tidak berpengalaman dan masih tidak mampu memerintah sudah jelas itu benar.

Bisakah anda percaya seseorang yang tidak pernah kerja di pemerintahan langsung mampu menjadi Gubernur? Ini semacam karyawan biasa yang langsung ditunjuk menjadi direktur. Tidak bangkrut saja sudah syukur.

Siapa Yang Dicurangi??

Sungguh sulit untuk mengerti apa yang sebenarnya sedang dimaksudkan oleh mantan presiden kita tercinta bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

“Jangan, ini hak kita, jerih payah Saudara, jangan sampai dicuri, dibeli paksa. Yang mau manen padi dihalang-halangi. Maka, menjadi hak kita untuk tidak membiarkan padi yang menguning itu dicuri pihak-pihak lain,” kata SBY.

Apanya yang dicuri pak? Mencuri suara dalam demokrasi itu sah-sah saja. Agus membuat blunder mengapung maka sebagian suara akan mengalir ke tempat lain. Bila Ahok membuat progam yang membuat para rakyat senang, maka secara teknis Ahok sudah ‘mencuri’ suara tersebut.

Sah kah hak begini? Tentu saja sah, tujuan memperkenalkan progam itu agar dimengerti progamnya sehingga terpilih kembali. Yang tidak sah adalah money politik, menjanjikan uang (BLT) bila terpilih, membagikan jam tangan saat kampanye, mengunakan politik agama agar calon lain tidak terpilih……. Lho kok?

Agus dicurangi? Malahan Aguslah yang paling tidak berusaha dalam Pilgub ini. Anies mesti sowan ke Prabowo agar bisa menjadi Gubernur. Sandiaga mesti merogoh kocek yang dalam agar bisa berkampanye dengan lancar. Ahok-Djarot sudah bekerja keras agar bisa tetap terpilih.

Bagaimana dengan Agus? Kunci Cagub langsung diberikan SBY. Kampanye diatur oleh tim sukses, buktinya bila ditanya tentang sesuatu seperti darimana dana kampanye Agus selalu berdalih itu diurus oleh tim kampanye. Susahnya dimana bos?

Mengendarai Mercedes itu mudah, yang susah itu belinya. Agus hanya mengendarai, kendaraan sudah dibelikan oleh peponya.

Sesat Pikir SBY

Baca Juga :


“Mungkin juga naik ojek di belakang mau menyalip yang berlari benar sejak awal, mau enggak Saudara disalip?” tanya SBY di acara di Bogor.

Anda serius pak? Bukannya anda hanya bisa disalip bila anda pernah berada diDEPAN? Dibagian mana Agus pernah berada di depan? Lewat survey? Bukankah sudah ada bukti dari pilpres kemarin bahwa survey bisa dipesan dan menjadi ‘memang beda’ dari yang lain.

SBY menilai Agus yang punya karier baik di TNI mampu untuk memimpin pemerintahan di Jakarta. SBY menyebut putra sulungnya itu berani dengan segala risiko meninggalkan TNI untuk terjun pada Pilkada DKI.

Ayo kita tepok jidat seratus kali terlebih dahulu. Agus berani meninggalkan TNI? Bukannya anda yang menyuruh Agus untuk meninggalkannya? Bila Agus memang pemberani dan setia kepada TNI pasti Agus menolak. Apalagi tidak logis bagi seorang prajurit yang sedang latihan tiba-tiba mendapat inspirasi untuk menjadi Gubernur. Sudah stress ini namanya.

“Saya sudah beri lampu hijau restu, majulah dalam kompetisi Pilkada Jakarta ini. Tidak mungkin saya berikan restu kalau dia tidak mampu”

“Saya yakin di hadapan Allah jika Tuhan izinkan dan rakyat beri mandat ke Agus, dia mampu memimpin Jakarta,” ujar SBY.

Agus sudah jelas tidak mampu, toh progamnya saja mengapung. Wawancara dengan Mata Najwa saja tidak berani, apalagi mau menjadi Gubernur? Ahok sendiri harus memutuskan urat takutnya agar bisa melawan koruptor di Jakarta. Agus yang takut debat bisa apa? Ikut tradisi-tradisi demokrat dulu gitu?

Keyakinan SBY bahwa anaknya mampu tidak akan membuat Agus tiba-tiba mampu menjadi Gubernur. Kaum bumi datar mau seyakin apapun kalau bumi datar tidak akan membuat bumi tiba-tiba menjadi datar. Keyakinan tidak akan mengubah kemampuan seseorang. Yakin bisa mengerjakan soal fisika tidak akan berguna bila tidak tahu rumusnya.

SBY juga menceritakan kariernya menjadi presiden di republik ini. Hanya dalam sepuluh tahun, lanjut SBY, saat dia masih berpangkat kolonel pada 1994, dia dapat menjadi presiden pada 2004.

Pak SBY, anda pernah menjadi menteri. Kalau sudah setingkat menteri, satu tingkat keatas tinggal Wakil Presiden dan Presiden. Prajurit menuju Gubernur mau naik berapa tingkat itu? Loncatan jabatan sebesar ini tidak pernah berakhir baik, toh pengalaman pemerintahan masih sangat minim.

Entah apa yang membuat SBY seperti kepepet membuat Agus menjadi Gubernur. Demokrat sendiri sudah seperti kapal bolong. Apa SBY berharap Agus dapat membuat Demokrat kembali mengapung? Atau Demokrat mau rangkingnya digeser oleh Agus supaya tidak digusur sama partai lain? Bisa stress kita kalau menerka-nerka apa maksud sebenarnya dari SBY. (08/02/2017)

Sumber : seword.com

Telah Hadir Situs Judi Online Terpercaya dengan banyak Permainan Antara lain :
Game : Sportbooks, Baccarat, Kasino, Sabung Ayam, IDN Play Poker, Bandar Q, BlackJack, SLOTS. Roullite dan Lain Lain
Hot Promo    : Bonus New Member Rp.777.000  ( langsung ditambah kan )
Pendaftaran  : www.777win.com
www.777win.com


http://www.777win.com/#/
http://www.777win.com/#/
Labels:

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget