Info Berita Terkini

Slide

Landscape

Habibie Akan Serahkan Dokumen Tragedi Mei 1998 Ke Jokowi

Habibie Akan Serahkan Dokumen Tragedi Mei 1998 Ke Jokowi
Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan dengan mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie dan mantan Wakit Presiden Sutrisno. Pertemuan di lakukan terpisah di Istana Merdeka.

www.777win.com

Situs Judi Online Terpercaya - Presiden ke 3 Republik Indonesia BJ Habibie tidak mengetahui permasalahan dan tantangan yang di hadapi oleh pemerintah saat ini sehingga penyelesaian peristiwa Mei tahun 1998 masih tersendat.

Bj Habibie meminta keluarga dan pendamping korban peristiwa tersebut untuk mengumpulkan dokumen-dokumen tragedi kemanusiaan tersebut.

"Nanti serahkan dokumennya ke Komnas Perempuan, saya yang sampaikan langsung ke Presiden Jokowi," kata BJ Habibie dalam acara bertajuk Pidato Kebangsaan di Lokasi Pemakaman Massal Korban Tragedi Mei 98, di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Senin 8 Mei 2017.

Acara itu di adakan oleh Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). BJ Habibie di undang karena di anggap sebagai tokoh yang mau mendengarkan dan menanggapi keresahan para korban.

http://www.777win.com/#/

BJ Habibie juga di nilai sebagai tokoh yang menolak kekerasan, menyatakan permintaan maaf kepada korban dan mengupayakan pembentukan tim pencari fakta ketika menjabat sebagai Presiden RI.

Menurut BJ Habibie, penyelesaian tidak di lakukan di masa jabatan pemerintahannya dengan alasan persatuan bangsa. Saat itu bangsa Indonesia masih dalam masa transisi. "Dari sistem otoriter ke demokrasi," ujar BJ Habibie.

Menurutnya jika di paksakan kondisi Indonesia akan seperti Uni Soviet yang akan terpecah. Negara adidaya ini pecah menjadi 17 negara saat transisi. Padahal mereka tidak semajemuk Indonesia. "Prediksi bisa terpecah 20-30 negara jika kita paksakan," ujarnya.

BJ Habibie juga mengkritik mereka yang ingin mengganti ideologi dengan berbasiskan agama. Pancasila merupakan ideologi persatuan kita. Agama harus bersinergi dengan yang majemuk. "Keyakinan yang bernama NKRI," katanya.

Tragedi Mei 1998 adalah kerusuhan rasial terhadap etnis Tionghoa yang terjadi di Jakarta dan beberapa daerah lain pada 13-15 Mei 1998. Satu dari sebelumnya, empat mahasiswa Universitas Trisakti di tembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998.


Dapatkan Bonus 100% member baru https://goo.gl/iSOhLY
http://www.777win.com/#/

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget