Info Berita Terkini

Slide

Landscape

Mencari Cacing Di Hutan, Didin Di Tahan Dan Terancam 10 Tahun Penjara

Mencari Cacing Di Hutan, Didin Di Tahan Dan Terancam 10 Tahun Penjara
Cacing Sonari.

www.777win.com


Situs Judi Online Terpercaya - Gara-gara mencari dan mengambil cacing untuk obat di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangarango, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Didin (48) warga Kamoung Rarahan, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, terancam hukuman 10 tahun penjara.

Ela Nurhayati (41) istri Didin mengatakan dirinya sangat terkejut ancaman 10 tahun penjara terhadap suaminya itu, hanya karena mencari dan mengambil cacing di kawasan hutan yang tidak jauh dari kampung tempat tinggal mereka itu.

"Suami saya biasa berjualan jagung bakar dan kupluk penutup kepala di kebun raya, tapi ada yang menyuruh mencari Cacing Sanori katanya untuk obat. Merasa ingin membantu suami saya mencarikan cacing tersebut," kata Ela Nurhayati (41) istri Didin pada wartawan, Selasa (9/5/2017).

Dia mengatakan, awalnya Didin yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang asongan di Kebun Raya Cibodas itu, mendapatkan permintaan mencari Cacing Sanori untuk pengobatan.

Didin pun menyanggupinya dan mencari Cacing Sanori yang tidak masuk dalam hewan di lindungi itu di kawasan Taman Nasional karena keberadaaannya di dalam tanah melainkan di atas pepohonan, sehingga tidak sulit untuk mencarinya.

Selang beberapa hari, ungkap dia, rumah mereka kedatangan 10 orang pria yang mencari Didin, mereka mengaku petugas dari kehutanan di dampingi aparat kepolisian.

Orang-orang itu langsung melakukan penggeledahan di dalam dan di luar rumah, ember berisi Cacing Sanori yang tersimpan di bagian belakang rumah di bawa sebagai barang bukti.

http://www.777win.com/#/

"Pada hari itu, suami saya langsung di bawa petugas tersebut, mereka bilang mau meminjam suami saya sebentar. Tapi selang beberapa jam saya harus menandatangani surah penahanan. Suami saya di tahan di Polres Cianjur, sebagai tahanan titipan dari Petugas PPNS Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan," katanya.

Dalam surat tersebut tambah dia, suaminya di tuduh sebagai pelaku perusakan hutan dengan aktivitas mencari cacing. "Cacing Sanori adanya di dalam kadaka, bukan di dalam tanah dan suami saya tidak merusak apapun dalam kawasan lindung," katanya.

Namun penyidik tetap mengenakan Pasal 78 atas (5) dan atau ayat (12) jo Pasal 50 ayat (3) huruf R dan huruf M, Undang-Undang nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

"Ancaman hukuman katanya sampai 10 tahun penjara. Saya minta ada keadilan untuk suami saya agar dapat segera di bebaskan karena dia tulang punggung keluarga," katanya.

Dia menjelaskan, sejak suaminya di tahan Ela Nurhayati terpaksa menjadi buruh serabutan mulai dari memberi makan ternak atau menjadi kuli cuci dari tetangga, untuk menghidupi 2 orang anaknya.

"Kalau ada uang ya makan kalau tidak ada ngutang dulu ke tetangga. Kami orang tidak punya, hanya berharap suami saya di bebaskan," katanya.

Sementara Asep Khaerudin (35), Ketua RT setempat, mengatakan, warganya mengambil Cacing Sanori bukan untuk di komersialkan atau di jual, namun untuk obat yang di pakai warga sekitar atau yang membutuhkan.

Dia menyebut, mencari cacing bukan mata pencaharian warga sekitar, namun sering di minta untuk mencarikan untuk di gunakan sebagai obat.

Cacing Sanori berbeda dengan cacing tanah lainnya, Cacing Sanori berada di permukaan tanah, sehingga tidak merusak alam apalagi sampai menebang pohon.

"Ini yang kami sayangkan, tuduhan terhadap Didin terkesan di buat-buat untuk menutupi kasus yang lebih besar yang tidak pernah di ungkap pihak Gakkum. Kami akan membela agar warga kami segera di bebaskan," katanya.


Dapatkan Bonus 100% member baru https://goo.gl/iSOhLY
http://www.777win.com/#/

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget