Info worlcup 2022 Berita Terkini situs 100% cepmek|sbobet|on88id

Slide

Landscape

Mengenal Mbah Ponco Sutiyem, Nenek 95 Tahun, Nomine Aktris Terbaik Film ASEAN

Mengenal Mbah Ponco Sutiyem, Nenek 95 Tahun, Nomine Aktris Terbaik Film ASEAN
Mbah Ponco Sutiyem saat di temui di rumahnya.

www.777win.com

Situs Judi Online Terpercaya - ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017 mengumumkan daftar nominasinya, Kamis (4/5/2017) malam di Kuching Sarawak, Malaysia.

Salah satu film asal Indonesia karya Sutradara BW Purba Negara, Film Ziarah, masuk dalam beberapa nominasi yakni Best Film, Best Screenplay, Best Director dan Best Actress.

Dalam kategori best actress muncul nama Mbah Ponco atau nama aslinya Ponco Sutiyem (95) warga Dusun Batusari, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, Yogyakarta.

Sejak menikah dengan Ponco Sentono (100) tahung 1940 an dirinya tinggal di dusun Batusari.

Mbak Ponco tidak mengenal dunia film sama sekali namun di pilih oleh Sutradara BW Purba Negara sebagai tokoh utama film yang berlatar belakang  masa-masa kemerdekaan itu.

Intuk berkunjung ke rumah Mbah Ponco di Dusun Batusari, tim melakukan perjalanan dari Kota Wonosari ke Desa Kampung yang berjarak sekitar 45 km dengan waktu kurang lebih 1 jam.

Sesampainya di Desa Kampung, menuju Dusun Batusari tidak begitu jauh yakni arah menuju ke Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Sejumlah warga yang di mintai petunjuk pun dengan cekatan bisa menunjukkan detail jalan menuju rumah Mbah Ponco. A

http://www.777win.com/#/

Sesampainya di rumah berbentuk Limasan, bercat tembok oranye, tampak Ponco Sentono sedang asyik menyiangi rumput yang tumbuh di sela tumbuhan jagungnya.

Ketika di tanya mengenai keberadaan Mbah Ponco Putri, dia membenarkan bahwa itu istrinya.

"Enggih mriki griyane (benar di sini rumahnya) Mbah Ponco," katanya sambil tidak beranjak dari kegiatannya saat di temui tim Sabtu (6/5/2017).

Saat mendengar ada beberapa orang yang datang, Mbah Ponco Sutiyem beranjak dari tempat tidur duduknya di ruang tamu.

Di mejanya masih ada satu teko teh dan dua gelas teh kental tanpa gula kesukaannya. Ruang tamu bergaya Jawa dengan gebyok dan beberapa foto keluarga. Di sekitar ruang tamu ada beberapa keranjang kacang tanah hasil panennya.

"Mari sini mas," katanya dalam bahasa Jawa.

Mbah Ponco sedang memilih kacang tanah hasil panen.

Setelah beberapa saat kami berbincang, ia menceritakan tentang proses pengambilan gambar film Ziarah yang menjadikan dirinya sebagai nomine aktris terbaik.

Meski usianya lebih dari 90 tahun, namun ingatan Mbah Ponco tentang pembuatan film tahun 2015 lalu masih di ingatnya dengan baik. Meski tak begitu detail, Mbah Ponco bisa menceritakan beberapa adegan.

Dia mengaku saat pengambilan gambar di ajak ke beberapa lokasi di desanya dan beberapa lokasi lainnya seperti di wilayah Bayat dan Jombor, Klaten. Sampai ke Embung Bathara Sriten di Kecamatan Nglipar Gunungkidul.

"Saya di ajak dua kali yang hari pertama empat hari dan yang hari kedua delapan hari. Itu masuk ke desa-desa di Jombor, Bayat, Klaten, Siriten," ucapnya.

Jika merujuk daru sinopsis film tersebut, pada saat agresi militer Belanda ke 2 di tahun 1948, Sri terpisah dengan Prawiro. Setelah beberapa tahun mencari tak ketemu dan akhirnya bertemu dengan seorang sahabat Prawiro.

"(Dalam film) itu,nama saya Sri, katanya saya di suruh mencari kuburan seseorang dan saya beli kembang di pasar, lalu menaburkan di atas makam," ucapnya.

Dia mengaku tak bisa membaca sama sekali dan mengikuti segala sesuatu yang di arahkan oleh sang sutradara. Meksi tak memiliki kemampuan akting, dirinya tak minder untuk beradi peran dengan beberapa pemain.

"Kulo mboten wedi, kali wong gede-gede (saya tidak takut bersama orang-orang kaya). Ngasi ponakan kulo sik ten Jakarta takon kok wani. Kulo niku gih wani. kulo mboten saget moco, (sampai saudara saya yang di Jakarta tanya kok berani, tetapi saya menjawab tetap berani, meski saya tidak bisa membaca)," katanya sambil tertawa.

Dia mengaku teringat saat beradu akting dengan sang menantu nomor tiga, Supriyanto dan dirinya harus berbahasa Jawa halus. Padahal sebagai orang tua dirinya yang seharusnya di hormati sebagai ibu.

"KUlo diken boso kalian anak kulo, saya itu tertawa. Lha wong sama anak kok boso (saat itu saya di suruh berbahasa Jawa halus kepada anak saya, saya tertawa sampai empat kali, lha sama anak kok di suruh berbahasa Jawab halus atau hormat)," kenangnya.

"Perkarangan rumah saya di bom, sampai pintu rumah jebol. Saya menggendong anak pertama (Sagiyem) yang masuk berusia kurang dari seminggu masuk ke dalam lubanya," urainya.

Bersama suaminya, Mbah Ponco memiliki 7 anak, 27 cucu buyut dan 4 canggah (anak cucu). Dia pun mengaku ingat beberapa nama cucunya.

Saat ini Ponco Sentono dan Ponco Sutiyem tinggal di rumahnya yang tak jauh dengan Kamti, anak nomor 5 yang setiap hari mengurus keperluan pasangan ini.

Pasangan Ponco Sentono dan Ponco Sutiyem.

Salah seorang cucuk Mbak Ponco yang mendampingi dalam pengambilan gambar dilm Ziarah, Risdiyanto mengatakan, awal mula terpilihnya mahsiswa dari Universitas Kristen Duta Waca  (UKDW) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desanya pada tahun 2015 silam.

 Saat itu, Rusidyanto yang juga sebagai kepala Dukuh Pagerjuang, Desa Kampung, di temui oleh Bagus Sutriawan yang mengatakan lokasi tersebut layak untuk di jadikan pegambilan film, lalu, 

"Mas Bagus itu temannya Sutradara BW Putra Negara(sutrada film Ziarah), dan mengatakan lokasinya bagus untuk pengambilan film,lalu mencara pemain," ucapnya.

Setelah melakukan beberapa pencarian figur yang tepa untuk memainkan Sri, tidak juga di temukan. Ahirnya Risiyanto  menawarkan neneknya untuk di ajak. "Mbah saya itu yang terakhir dan katanyacocok akhirnya bermain dalam film tersebut," katanya.

Meski berusia senja, Mbah Ponco selalu mengikuti arahan dari sutradara dan kru film. "Semangat itu luar biasa, meski tidak bisa membaca,namun beliau cepat mengerti bila di ajari adegan," ucap cucu Mbah Ponco dari anak nomor 3 bernama Wasiyem ini.


Dapatkan Bonus 100% member baru https://goo.gl/iSOhLY
http://www.777win.com/#/

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget