Info Berita Terkini

Slide

Landscape

Perusahaan di China Denda Staff Perempuan Yang Melahirkan Anak Kedua

Perusahaan di China Denda Staff Perempuan Yang Melahirkan Anak Kedua
Ilustrasi ibu hamil.

www.777win.com

Situs Judi Online Terpercaya - Seorang perempuan diwilayah barat China dijatuhi denda setelah melahirkan anak kedua tanpa meminta izin perusahaan tempatnya bekerja.

Zhou Quan (nama samaran), sebelumnya telah meneken perjanjian dengan sebuah perusahaan di Jinan, provinsi Shandong saat akan bekerja.

Dalam perjanjian itu disebut hanya 2 staff perempuan perusahaan itu yang diperbolehkan hamil dan memiliki anak setiap tahunnya, yaitu pada April dan Oktober.

Kebijakan ini diambil setelah pemerinta China melonggarkan kebijakan 1 anak sehingga memungkinkan masyarakat memiliki anak kedua, dikutip dari Beijing Youth Daily.

Berdasarkan jadwal yang telah disusun perusahaan tersebut, Zhou Quan baru diizinkan hamil pada tahun 2020.

Namun, tidak lama setelah perusahaan tersebut memberlakukan aturan baru itu, Zhou Quan menyadari bahwa dia sudah mengandung.

Mempertimbangkan usianya yang sudah 31 tahun, Zhou Quan memutuskan untuk memiliki anak pada tahun lalu dan mengambil cuti melahirkan.

Namun, kemudian Zhou Quan mendapatkan kabar bahwa manajemen perusahaan tersebut menjatuhkan denda lebih dari 2,000 Yuan atau hampir Rp 4 juta.

Denda diberikan kepada Zhou Quan karena dia melahirkan anak tidak sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.

Saat media menghubungi pihak perusahaan, staff manajemen mengatakan pihaknya tidak melarang karyawan memiliki anak kedua, hanya merencanakan kelahiran sesuai dengan jadwal  yang telah disepakati.

Perusahaan itu memilik 25 karyawan, 17 orang diantaranya adalah perempuan usia subur. Sehingga manajemen perusahaan berdalih, tempat itu tidak bisa beroperasi normal jika semua karyawan perempuan memliki anak dalam waktu yang hampir bersamaan.

Kabar selanjutnya menyebutkan bahwa pihak perusahaan akhirnya membatalkan denda dan mengembalikan uang tersebut kepada Zhou Quan.

Seorang pengacara di Beijing, Han Xiao mengatakan, perusahaan tersebut dianggap melanggar hukum yang mengatur hak perempuan dan hak pekerja.

"Pemberi kerja tidak bisa mengatur kapan seorang karyawan perempuan hamil dan akan melahirkan serta menjatuhkan denda karena perempuan menjalankan hak reproduksinya," ujan Han Xiao.


Dapatkan Bonus 100% member baru : https://goo.gl/iSOhLY

http://www.777win.com/#/

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget