Info Berita Terkini

Slide

Landscape

Petugas Medis Asik Selfie Ria Saat Pak Kades Sekarat Dan Kehabisan Darah

Petugas Medis Asik Selfie Ria Saat Pak Kades Sekarat Dan Kehabisan Darah
Aksi selfie dengan latar korban pembacokan di Puskesmas Blega, Bangkalan, tersebar di media sosial sejak Kamis (11/5/2017).

www.777win.com

Situs Judi Online Terpercaya - Bukannya memprioritaskan untuk mengupayakan keselamatan pasien, para petugas medis ini malah sibuk untuk selfie dengan latar belakang korban yang tengah dalam perjuangan hidup dan mati.

Upaya sejumlah staf Puskesmas Blega, Kabupaten Bangkalan melakukan tindakan medis menyelamatkan nyawa Kepala Desa Karang Gayam, H Dofir (42) yang jadi korban pembacokan, tercoreng.

Setelah ini di dapati, beberapa staf Puskesmas malah asyik melakukan selfie alias berfoto dengan latar belakang tubuh H Dofir yang lagi terbaring sekarat dengan kondisi tubuh berlumuran darah.

Kontan saja foto selfie yang di unggah di media sosial tersebut langsung menuai kritikan tajam dari netizen dan menjadi viral. Bahkan, perilaku mereka juga mendapat teguran keras dari instansi terkait.

Dia bilang, "Astagfirullah. Ya Allah, bagaimana seandainya mereka yang jadi pasien terluka, dimana etika profesi dan moral mereka." Akun lainnya, Siti Arrahmah berkomentar singkat, "Ini kurang ajar."

Sedangkan akun Badrus Syahid berkomentar, "Sebenarnya foto" kayak gitu gak boleh di sebar luaskan biar gak tambah memanas keluarga korban. Klo seperti ini kan seperti memprofokator 2 belah pihak."

http://www.777win.com/#/

Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kabupaten Bangkalan Muhyi mengecam prilaku oknum staf Puskesmas Blega. Menurutnya, hal itu tidak etis dan sangat tidak profesional.

"Instansi ataupun pemerintah harus bertindak tegas atas kejadian itu. Sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang," tegasnya kepada Surya, Jumat (12/5/2017).

Gambar tersebut merupakan hasil screenshoot akun Blackberry Messenger (BBM) "eni hod" dengan caption, anak" puskesmas malah pose haduhhh tak eddep (gagal paham).

"Saya tahunya dari medsos (media sosial) postingan Moh Iqbal Fatoni, Ketua DKR Kabupaten Sampang. Kami sudah koordinasi dengan instansi terkait agar mereka di beri sanksi setimpal," tandas Muhyi.

Pihak UPT Dinas Kesehatan Bangkalan di Puskesmas Blega juga mengaku telah melayangkan surat panggilan tertanggal 12 Mei 2017 terhadap perawat Puskesmas, HT (33) untuk di mintai keterangan terkait pelanggaran etika.

HT juga mendapatkan surat teguran, karena telah melakukan tindakan melanggar etika sebagai profesi perawat. Dalam surat pernyataan, HT mengaku menyesal dan memohon maaf atas foto selfie yang telah tersebar luas di masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan Muzakki mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bangkalan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Komisi Kode Etik atas kejadian tersebut.

"IDI langsung bergerak ke Blega hari ini. Semoga hasil pembinaan dan bimbingan berdampak positif. Sehingga kejadian serupa tidak terulang," ungkap Muzakki.

Ia membantah sejumlah keterangan di medsos yang menyebutkan, kegiatan selfie para staf Puskesmas itu di lakukan ketika korban Kades H Dofir dalam kondisi sekarat. "Itu tidak betul. Kondisi korban sudah tidak tertolong karena sudah kehabisan darah, Dua staf yang di belakang dalam foto itu, tengah menjahit luka korban," terangnya.

Muzakki menegaskan sosok pria di posisi depan dalam foto selfie itu bukanlah staf ataupun petugas medis Puskesmas Blega. Pria tersebut di sebutnya memang pernah magang namun akhirnya di berhentikan. "Pria itu di pecat karena perilakunya tidak bagus. Entah kok tiba-tiba ada di situ. Foto itu pakai kamera ponselnya," tegasnya.

Seperti di ketahui, Kades Karang Gayam, Kecamatan Blega, Bangkalan H Dofir tewas usai Salat Duhur di musala kampungnya, akibat di bacok sejumlah orang, dimana salah satunya adalah seorang bocah.

Sekujur tubuhnya mengalami luka parah. Ada luka robek di perut hingga usus terburai, luka sayat di dada kiri, luka robek di bagian muka hingga telinga dan luka sayat di lengan kanan. Korban di larikan ke Puskesmas Blega. Usaha resusitas (mengembalikan cairan yang hilang) oleh tim medis tidak berhasil. Ia akhirnya meninggal di Puskesmas setelah kehabisan darah.

Berselang enam jam kemudian, Polsek Blega menangkap Mohammad Mahdi Muzakki. Tertangkapnya pemuda berusia 17 tahun ini menguak motif pembunuhan terhadap H Dofir. "Sakit hati karena bapaknya kalah dalam pilkades. Motifnya sudah jelas," ungkap Kapolsek Blega AKP Hartanta.


Dapatkan Bonus 100% member baru https://goo.gl/iSOhLY
http://www.777win.com/#/

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget