Info Berita Terkini

Slide

Landscape

Jaksa Agung Sebut Hary Tanoesoedibjo Tersangka, Ini Kata Kabareskrim

Jaksa Agung Sebut Hary Tanoesoedibjo Tersangka, Ini Kata Kabareskrim
Pendiri MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) memenuhi panggilan Direktorak Tindak Pidana Siber (Tipidsiber) Bareskrim Polri, Senin (12/6/2017). Ia akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan pesan singkat bernada ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

www.777win.com

Situs Judi Online Terpercaya - Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto membantah kabar CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan SMS bernada ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

"Saya belum dengar itu (penetapan tersangkat)," ujar Komjen Pol Ari Dono Sukmanto di kompleks PTIK, Jakarta, Sabtu (17/6/2017). Sebelumnya, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo menyebut Ketua Umum Partai Perindo itu sudah resmi berstatus tersangka.

"Terlapornya tersangkalah, sekarang sudah tersangka" kata Muhammad Prasetyo, Jumat (16/6/2017). Saat ini, kasus tersebut masih di tingkat penyelidikan. Dalam waktu dekat, Bareskrim akan melakukan gelar perkara untuk melihat sejumlah bukti dan keterangan saksi apakah kasus itu bisa dinaikkan ke penyidikan.

Namun, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menyebut Hary Tanoesoedibjo bisa jadi tersangka jika bukti-bukti dan keterangan ahli mendukung dugaan tersebut. "Arahnya ke sana (tersangka)? Kalau sudah cukup bukti, pasti," kata Komjen Pol Ari Dono Sukmanto.

Hary Tanoesoedibjo dilaporkan ke polisi karena diduga mengirim pesan singkat bernada ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. Saat ini, polisi telah meminta keterangan sekitar 13 saksi dan ahli.

Rencananya, pekan depan penyidik akan melakukan gelar perkara. Hingga saat ini, status Hary Tanoesoedibjo masih saksi terlapor. Sebelumnya, Yulianto pertama kali mendapatkan pesan singkat dari orang tidak dikenal pada 5 Januari 2016 sekitar pukul 16:30 WIB.

Isinya pesan tersebut yaitu, "Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Say masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan."

Yulianto mulanya mengabaikan pesan tersebut. Namun, pada 7 Januari 2016 dan 9 Januari 2016, dia kembali mendapatkan pesan, kali ini lewat aplikasi chat WhatsApp, dari nomor yang sama. Isi pesannya sama,hanya ditambahkan "Kasihan rakyat yang miskin makin banyak, sementara negara lain berkembang dan semakin maju."

Setelah mengecek, Yulianto yakin bahwa pesan singkat itu dikirim oleh Hary Tanoesoedibjo. Namun, Hary Tanoesoedibjo membantah mengancam Yulianto. "SMS ini saya buat sedemikian rupa untuk menegaskan saya ke politik untuk membuat Indonesia lebih baik, tidak ada maksud mengancam," ujar  Hary Tanoesoedibjo.


Dapatkan Bonus 100% member baru https://goo.gl/iSOhLY
http://www.777win.com/#/

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget