Info Berita Terkini

Slide

Landscape

Bea Cukai Batam Tengah Berhasil Mengamankan 1.043 Gram Sabu di Perairan Tanjung Piayu

                                                              Indonesia Darurat Narkoba 
                                                                                
Berdasarkan informasi intelijen terkait sebuah kapal yang memuat barang-barang bekas di perairan Tanjung Piayu patroli laut Bea Cukai Batam melakukan pemeriksaaan terhadap kapal yang di ketahui bernama KM Rizki Jaya , pada Senin (1/10/2018).
Dari hasil pemeriksaan, dilakukan penegahan berupa barang-barang bekas seperti kasur,sepeda, dan berbagai barang bekas lainnya yang di temukan di kapal tersebut.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan adanya bungkusan yang di suga berisi sabu (methamphetamine) di dalam tas dari salah seorang penumpang.
www.777win.com
Pelaku yang membawa barang haram seberat 1.043 gram tersebut berisinal IS (37) berkebangsaan Indonesia dengan tujuan Nipah Panjang.
Pelaku menjelaskan bahwa ini kelima kalinya ia melakukan tindakan serupa, jelas kepala kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata, pada selasa (02/10/2018).
Sebagai tindak lanjut kasus,telah dilaksanakan serah terima barang bukti dan pelaku kepada BNNP Kepri di Dermaga Tanjung Uncang.
Penindakan Narkotika ini, lanjut Susila, merupakan barang bukti komitmen Bea cukai di bidang pengawasan narkotika berkaitan dengan status Indonesia Darurat Narkoba.
http://www.777win.com/#/
Bea Cukai, dalam skala Nasional, telah mengantisipasi dengan menggagalkan 258 penyeledupan narkotika,psikotropika,dan prekusor sejumlah 3.7795,95 kg atau meningkat di bandingkan dengan penindakan NPP disepanjang tahun 2017 sebanyak 2.139,71 kg.
Dengan asumsi 1 gram tangkapan bisa menyelamatkan 5 orang, maka generasi muda yang dapat diselamatkan sebanyak 18,9 juta orang.
http://www.777win.com/#/
Bea Cukai juga mencatat adanya perubahan trend modus operandi yang dilakukan para penyeledupan narkotika untuk memasukkan barang tersebut ke Indonesia.
Bila di tahun 2017, penyembunyian Narkotika di badan masih menjadi modus operandi yang paling sering dilakukan oleh para pelaku penyeledupan, dimana terdapat 97 kasus, maka di tahun 2018 ini modus operandi penyembunyian di barang bawaan penumpang menempati peringkat pertama dengan 103 kasus.
Menyusul penyeledupan melalui barang kiriman POS / Jasa ekspedisi 97 kasus, dan penyembunyian di badan sebanyak 40 kasus.
Adapun berdasarkan jenis narkotika, sabu menjadi jenis narkotika yang marak diseledupkan.Komoditas lainnya yang banyak di tengah adalah happy five,ekstasi,THC dan ganja. 
http://www.777win.com/#/

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget