Info Berita Terkini

Slide

Landscape

Inilah 5 Pro Gamer Profesional Yang Menggunakan Cheat Saat Turnamen Resmi

1. Nikhil “Forsaken” Kumawat – Optic India

Bagi kamu para gamer tentu dong tau kabar terupdate tentang Nikhil “Forsaken” Kumawat. Ya, dia adalah salah satu anggota dari tim gaming asal India bernama “Optic India” yang kemarin berlaga di ajang EXTREMESLAND Asia 2018 pada 18 Oktober 2018 lalu. Dimana Nikhil ketahuan menggunakan Cheat Aimbot pada saat bertanding dalam game CS : GO yang memperebutkan hadiah utama $100.000. Dengan teknik ini membuat Nikhil dapat menembak akurat tanpa perlu membidik terlebih dulu.

Berawal dari kecurigaan penonton yang melihat pertandingan itu dan akhirnya pihak panitia menghentikan pertandingan selama 20 menit untuk memeriksa PC milik Nikhil. Dan benar saja, pihak panitia menemukan cheat game dalam bentuk file word. Akibat ulahnya membuat tim Optic India di diskualifikasi dan Nikhil dipecat dari tim lalu diberikan sangsi larangan mengikuti pertandingan resmi seumur hidupnya.

2. AtuuN – Thunder Predator

Bagi kamu penggila Dota 2 pasti tau dong event tahunan “The International 2018” yang berlangsung pada 20-25 Agustus 2018 lalu. Dan Thunder Predator asal Peru yang ikut memperebuutkan hadiah utama sebesar $ 14.7 juta. Dimana salah satu anggota dari tim ini yang bernama AtuuN akhirnya ketahuan menggunakan program makro pada mouse yang ia gunakan. Saat pertandingan AtuuN menggunakan hero Meepo. Jadi dengan teknik makro, ia tidak perlu lagi menekan tombol banyak saat menggunakan skill ultimate dari Meepo. Cukup dengan menekan satu tombol saja, maka Meepo bisa cepat berteleportasi lalu mengeluarkan skill langsung ke lawan.

www.777juara.com

3. Stephane “Shaiiko” Leblu – beGenius

Sebenarnya kasus seperti AtuuN pernah juga terjadi di tahun 2017 lalu, dimana Shaiiko asal Perancis yang tergabung dalam tim beGenius menggunakan macro di mouse saat bermain game “Rainbow Six Siege”. Gamer Profesional yang menggunakan cheat ini ketahuan melakukan kecurangan saat melawan tim PENTA Sports di ajang bergengsi event ESL (Electronic Sports League). Menggunakan macro dapat menahan recoil (hentakan/getaran) saat menembak dan tidak perlu menekan banyak tombol untuk melakukan gerakan. Akibat tindakannya itu, ia diberikan punishment dialarang menikuti ESL selama 2 tahun dan beGenius di diskualifikasi 

http://www.777juara.com/#/

4. Hovik “KQLY” Tovmassian – Titan

Nah kalo yang ini guys sama seperti kasusnya Nikhil yang menggunakan aimbot dalam permainan CS : GO. Jadi KQLY bisa memastikan jika pelurunya akan langsung mengenai lawan tanpa perlu membidiknya terlebih dulu. Tapi nasib sial menimpa ia saat tergabung dalam Tim Titan yang berlaga dalam event “DreamHack Winter 2014” lalu. Dimana ia ketahuan menggunakan teknik aimbot dan timnya langsung di diskualifikasi. Lalu KQLY dikenakan hukuman Ban VAC (Valve Anti Cheat) selama 3 tahun. Setelah ia dipecat dari tim dan tidak bisa mengikuti turnamen profesional selama 3 tahun, namun di 2017 ia ditarik bergabung oleh Tim Vexed Gaming. Semua ini seakan menjadi kesempatan kedua untuk KQLY untuk membuktikan kualitasnya tanpa menggunakan cheat seperti sebelumnya.

5. Woong – Azubu Frost

Woong merupakan seorang gamer asal Korea Selatan yang tergabung dalam tim Azubu Frost yang berkompetisi League of Legends Season 2 World Championship playoff 2012 lalu. Dalam pertanding melawan tim Solomid (TSM) sebenarnya Woong tidak menggunakan cheat apapun, hanya saja attitude nya yang dianggap kurang profesional. Saat bermain Woong tertangkap basah beberapa kali mengintip ke minimap yang ditampilkan pada layar besar. Hal tersebut ia lakukan agar dapat mengetahui posisi lawan. Akibat sikapnya itu, ia dilaporkan pada panitia dan dikenakan sanksi sebesar $ 30.000 atau sekitar Rp. 429 juta. Tapi hebatnya tim Azubu Frost tetap menang dan berhasil masuk ke babak berikutnya.

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget