Info Berita Terkini

Slide

Landscape

10 Tahun Kedepan, Bekantan Mengalami Kepunahan


Sepuluh tahun dari sekarang, mungkin nama Bekantan hanya dikenal lewat kisah dan cerita dari orang-orang tua. Sosoknya hanya bisa dilihat dari foto jejak digital.

Monyet berhidung panjang dengan nama latin Nasalis Larvatus ini, habitatnya diprediksi akan punah paling lama 10 tahun ke depan. Kepunahan Bekantan ini sebuah keniscayaan jika tak dilakukan konservasi secara maksimal.

www.777juara.com


Founder komunitas Sahabat Bekantan Indonesia (SBI), Amalia Rezeki mengungkapkan, dari data yang pernah dirilis pihaknya tahun 2013 lalu, ada sebanyak 5.000 ekor Bekantan yang tersebar di Kalsel.

Namun seiring waktu, jumlahnya terus mengalami penurunan, terutama habitat yang berada di luar kawasan konservasi. Amalia memperkirakan, jumlahnya yang tersisa saat ini sekitar 2.500 ekor. “Status Bekantan saat ini dalam kategori terancam atau Endangered,” sebut Amalia di sela sosialisasi edukasi Peran Millennial Dalam Upaya Pelestarian Bekantan dan Ekosistem Lahan Basah, di Banjarmasin kemarin



Secara jujur dia menyebut habitat Bekantan di Kota Banjarmasin sudah mengalami kepunahan lokal, lantaran jumlahnya tak mencapai satu populasi. Salah satu faktornya adalah habitatnya menjadi kawasan perumahan. “Sekarang hanya tersisa di 12 kabupaten dan kota,” ujarnya.

Tak ada kata lain, agar tak tergerus karena imbas pembangunan perumahan, pemerintah harus serius melindungi. Pihaknya mengharapkan pemerintah mengeluarkan kebijakan khusus saat ingin melakukan pembangunan perumahan di kawasan ekosistem Bekantan. 

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget