Info Berita Terkini

Slide

Landscape

Mahasisiwi UIN Yang Dibunuh Pacar Sempat Tulis Puisi dan Gambar Pilu


Tewasnya mahasiswi UIN Alauddin Makassar meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan korban. Mahasiswi bernama Asmaul Husna atau yang akrab disapa Uus ini tewas dibunuh kekasihnya sendiri lantaran hamil.

Uus tewas dengan luka di leher bekas sayatan pisau dapur dan wajah tertutup bantal. Sebelum meninggal, Husna yang gemar membuat puisi ini sempat menuliskan puisi kesedihan dan membuat sebuah gambar pilu.

Dilansir dari Detik.com, Minggu (15/12/19), polisi mengungkapkan dugaan bahwa mahasiswi UIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Asmaul Husna (23) yang tewas dibunuh kekasihnya, Ridwan, sedang hamil.

www.777juara.com


Pembunuhan ini berawal saat Ridwan mengetahui jika kekasihnya hamil. Pelaku sempat mengatakan akan bertanggungjawab, namun Ridwan butuh waktu untuk memberi tahu orangtuanya. Berbeda dengan Uus yang ingin segera memberi tahu orangtuanya. Hal ini membuat Ridwan emosi dan akhirnya bertengkar dengan korban.

Uus dibunuh Ridwan pada hari Jumat (13/12/19) lalu dengan cara membekap wajah korban dengan bantal dan lehernya disayat dengan pisau dapur. Jasad korban pertama kali ditemukan sepupunya di dalam kamar dan sudah tak bernyawa.


Menurut sahabat korban, Uus dikenal sebagai sosok ceria dan pandai menulis puisi. Uus yang merupakan perempuan berdarah Soppeng itu bahkan meninggalkan sebuah puisi yang diduga adalah wujud luapan perasaannya terhadap sang ibu.

Puisi berjudul “Anak ibu” itu ditulis di keterangan unggahan Instagram milik korban beberapa hari sebelum meninggal dunia. Berikut isinya:

Anak Ibu sedang menahan tangis; Katanya karma sedang berjalan menuju ke arahnya, katanya karma akan segera menjemputnya.



Anak ibu Ialu menangis; Tangisannya pelan tak terdengar dibalik pintu toilet karena sedang menggigit bibir bawahnya agar suaranya tangisannya tak pecah hingga akan muncul desas desus tanya para penggibah.

Tangisnya tak terdengar karena disamarkan oleh suara air yang keluar dengan patuhnya dari mulut bapak keran di toilet.

Anak ibu Ialu diam; Pikirannya penuh dengan kesalahan dan cara menempuh penebusan. Haruskah anak ibu meninggalkan dunia dengan cara paling tragis atau hidup di dunia dengan cara paling tragis pula.

Anak ibu kemudian tertidur; Terpejam dengan mata sembab, tubuh dingin dipeluk angin malam tak ada yang peduli. Sebab ibu jauh di sana dan tak tahu apa-apa tentang anaknya ini.

Tak hanya ahli menulis puisi, Husna juga dikenal pandai menggambar. Terlihat dalam akun Instagram-nya, Uus menerima pesanan gambar yang biasanya dijadikan sebagai hadiah. Sebelum meninggal, Husna juga sempat membuat sebuah gambar seolah mengisyaratkan kesedihannya yang begitu mendalam. 

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget