Info Berita Terkini

Slide

Landscape

Momen Kelam Cristiano Ronaldo , Catatkan Rekor Menyedihkan di Liga Champions

Situs Judi Online Terpercaya - Cristiano Ronaldo mengalami salah satu hari terburuk dalam kariernya di kancah sepak bola profesional. Bukan hanya gagal mengantarkan Juventus lolos ke perempat final Liga Champions 2020/2021 , dia juga menorehkan rekor yang sangat buruk. Juventus gagal lolos ke perempat final Liga Champions meskipun menang 3-2 atas FC Porto di Stadion Allianz , Kamis (10/3/2021). Kedua skor sama-sama membukukan agregat 4-4. Namun , Bianconeri kalah produktivitas gol tandang karena kalah 1-2 pada leg pertama. Bagi Cristiano Ronaldo , kegagalan itu menjadi noda. Seperti dilansir Football Italia , ini kali pertama dalam 16 tahun Ronaldo gagal mencetak gol pada fase knockout Liga Champions. Pada 2005 , Ronaldo yang masih berusia 20 tahun tidak mencetak gol pada fase gugur untuk Manchester United , yang disingkirkan oleh AC Milan.

www.777juara.com


Sejak saat itu pemain asal Portugal itu tak pernah tersingkir dari Liga Champions tanpa mencetak gol dari babak 16 besar , hingga berhenti pada tadi malam. Pada pertandingan leg kedua itu, gol Juventus dicetak oleh Federico Chiesa (2) dan Adrien Rabiot. Adapun satu gol Bianconeri pada leg pertama disumbangkan juga oleh Chiesa. Sejak gabung Juventus , Cristiano Ronaldo telah mencetak lima gol di babak sistem gugur. Tiga gol disarangkan saat melawan Atletico Madrid dan dua kontra Ajax pada 2018-19 , sebelum mengantongi dua gol melawan Olympique Lyonnais musim lalu. Bukan hanya gagal mencetak gol, Cristiano Ronaldo juga disalahkan atas terciptanya gol kedua FC Porto.

http://www.777juara.com/#/

 
Mantan pelatih Juventus, Fabio Capello, menyoroti gol kedua Porto. Menurutnya, gol tersebut tercipta karena kesalahan Cristiano Ronaldo yang menempati pagar betis. Kapten Timnas Portugal itu langsung memunggungi Sergio Oliveira untuk menghadap ke gawang. Alhasil , bola meluncur di antara celah kaki Ronaldo dan masuk ke gawang Juventus. " Itu adalah kesalahan yang tidak bisa dimaafkan. Pada zaman saya , Anda memilih pemain yang menjadi pagar betis dan mereka bukan seseorang yang takut pada bola ," kata Capello. "Mereka takut pada bola dan melompat menjauh darinya, membalikkan punggung mereka. Itu tidak bisa dimaafkan," lanjutnya.

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget